Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2016

Jakarta 2 Hari Lumpuh Total, 20 Juta Masa Bertahan Kepung Istana



Jakarta. Setahun Rejim Jokowi-JK berkuasa disambut demo besar-besaran di seluruh daerah Indonesia. Sudah dua hari masa menduduki titik-tiik vital negara dan pusat perdagangan. Dari pantauan reporter Sakitjiwa.com sampai hari ini (21/10), masa memakai kaos kuning bergambar garuda merah bertuliskan Jokowi-JK Turun masih bertahan menduduki istana dan gedung DPR RI. Sampai pukul 05.00 WIB, jutaan konsentrasi masa dari Semanggi sampai Monas masih merengsek bergerak kepung Istana. 

Semangat kesakithatian dan luapan kesakitjiwaan masih membara terlihat dari wajah para demonstran. Aparat kepilisian dibantu TMI bersenjata lengkap dan memakai tank baja pun tidak dapat berkutik mengendalikan masa. Sejak Selasa kemarin semua gedung perkantoran dan pusat-pusat perdagangan terlihat tutup. Hampir semua ruas jalan tol dan non tol Jabotabek lenggang dan nyaris tidak ada kendaraan melintas. Pemukiman-pemukiman masyarakat pun terlihat sepi seperti pemukiman mati. Dari keterangan warga, semua masyarakat di kawasan pemukiman sedang ikut demo ke Istana. 

Sejarahwan besar Indonesia, Budi Partele ketika reporter sakitjiwa.com mewawancarainya disela kesibukannya mendokumentasikan peristiwa siluman ini mengungkapkan,“Ini sejarah siluman terbesar yang belum pernah terjadi dalam sejarah peradaban Indonesia. Jakarta mencekam dan seluruh Indonesia lumpuh total ” .Sambil ketawa ngakak, Budi Partele menambahkan “Dari pantauan saya, hampir semua media asing seperti CNI,BBC, Jaizira TV dan lain-lain pun ikut memantau sejarah siluman besar yang terjadi di Indonesia saat ini. Ini sejarah 1 juta kali lebih besar dibandingkan peristiwa aksi mahasiswa 98” Lumpuhnya Indonesia, Panglima TMI melalui media abal-abal (bikinan barisan sakit hati) dan berbgai media social mengimbau Presiden Jokowi untuk meletakan jabatannya demi kepuasan para barisan sakit yang tidak bisa lagi korupsi sejak satu tahun kepemimpinannya.

 “Demi Indonesia kondusif lagi, demi mempertahankan korupsi, demi mengembalikan modal pada pemilu dan pilpres 2014, demi pilkada berlangsung nanti bertaburan uang dan demi kesembuhan para sakit jiwa, saya selaku Panglima TMI menghimbau Jokowi meletakan jabatannya”, bunyi rilis Panglima TMI yang diterima sakitjiwa.com melalui email. Bambang Soetyo sebagai Korlap Aksi 20 Juta Masa Turunkan Jokowi dengan memakai mobil Hammer mewah yang hanya dimiliki beberapa orang Indonesia berkeliling memantau pergerakan jutaan massanya yang masih bersemangat demo turunkan Jokowi . 

Didamping tiga dayang-dayang yang setia melayani segala kebutuhannya, Bambang Soesatyo terlihat tidak berhenti melemparkan senyum dan sekali-kali ketawa ngakak menonton siaran khusus breakingnews TV.Oon meliput live aksi 20 juta demo masyarakat yang siap mengorbankan jiwa dan raganya melampiaskan kesakithatiannya. “20 juta masa turunkan Jokowi terbuktikan?” Ucapnya kepada reporter “Aznil harus segera memeriksa kejiwaannya melaksanakan janjinya yang disampaikan kepada saya, jika terbukti masa turun 20juta, dia akan periksa kejiwaannya !” Lanjutnya tersenyum senang. Melalui juru bicara sebuah partai yang identik disebut sapi, Jonru pun tersenyum lega melihat massa yang tumpah ruah kepung Istana. 

“Dalam masa 20 juta yang tumpah ruah kepung Istana sejak kemarin, 50%-nya adalah pengikut saya yang menglike, mengkomen dan menyebarkan berita penghasutan saya di media sosial. Alhamdulillah umat saya sangat percaya fitnah saya…..hahahaha” Ujar Jonru ketawa terpingkal-pingkal diikuti Fuckri Hamzah dan Fandiazon. Reporter Sakitjiwa.com juga mengabarkan hasil pantauan  dari berbagai daerah Badung, Suramaya, Sesumbar,Manaado, Makarsar, Maluaku, dan berbagai provinsi lainnya. Sampai berita ini diterbitkan, hampir sekitar 50% dari 250 juta penduduk Indonesia melakukan aksi turun ke jalan turunkan Jokowi. Aksi masa tak kalah besarnya terjadi di Sumatera Barat. 

Masyarakat pun tumpah ruah menduduki Bandara Internasional Manangkabau dan Kantor DPRD SeSumbar. Sekitar 6juta masa dari 4 juta jiwa penduduknya masih bertahan tanpa lelah menuntut Jokowi-JK turun. Masa siluman 6juta tersebut yakin penurunan Jokowi akan memastikan mereka masuk Surga. “Partai kami memastikan imbalan masuk sorga bagi yang demo turunkan Jokowi kafir dan kami juga memastikan bagi memilih pasangan Pilkada yang diusung oleh Partai Kandang Sapi nanti pun akan masuk surga “ Ujar salah seorang kader ber akun palsu yang disampaikan melalui media sosial. (SJC.1) Wadaw, ternyata saya bermimpi ! Wkwkwwk

Gara-gara Tidak Shalat, 78 Polisi Dijemur dan Guling-guling di Lapangan

Gara-gara tidak shalat jamaah, 78 polisi di Mapolrestabes Surabaya dijemur dan disuruh guling-guling di lapangan. Para polisi itu juga disuruh push up dan scout jump sebanyak 50 kali di bawah terik matahari.
Hukuman yang diberikan kepada 78 prajurit Samapta Bhayangkara (Sabhara) bermula ketika Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya AKBP Toni Sugiyanto tiba-tiba datang usai melaksanakan shalat di masjid.
Toni Sugiyanto langsung memerintahkan 78 polisi menuju lapangan di depan barak dalmas Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/2).
Toni sengaja memberikan sanksi tersebut kepada anggotanya lantaran mereka dianggap tidak disiplin dan mengabaikan perintah.
Personel kepolisian yang biasa dikerahkan untuk pengamanan demo massa tersebut diberi sanksi tegas lantaran mereka absen dari kegiatan salat berjamaah di Masjid Polrestabes Surabaya, Selasa (9/2).
Padahal, para personel Dalmas ini tidak sedang bertugas. Mereka hanya bersantai duduk-duduk atau tiduran saat salat jamaah zhuhur digelar di Masjid Baiturrahman, Polrestabes Surabaya.
Radar Surabaya (Jawa Pos Group) melaporkan, Toni kesal karena dia tidak mendapati satu pun anggotanya melaksanakan salat berjamaah di masjid.
Toni lantas pergi ke barak Dalmas untuk mengecek anak buahnya. Saat dicek, Toni terkejut melihat banyak anggotanya yang cuma mengobrol, duduk santai dan tiduran.
Hal ini membuat Toni marah dan langsung memanggil semua anggotanya untuk berbaris di depan barak dalmas satuan sabhara. Setelah itu, sanksi berupa latihan fisik pun diberikan.
Para personel Dalmas ini lantas diminta untuk push up dan scout jump sebanyak 50 kali. Setelah itu, Toni melanjutkan hukumannya dengan memerintahkan mereka untuk berguling-guling mengelilingi lapangan depan barak Dalmas.
Tanpa berani membantah, semua anggota dalmas Sat Sabhara yang masih muda usia ini pun menuruti perintah komandannya. Meski dengan keringat bercucuran membasahi badan dan kaos coklat yang mereka kenakan, para prajurit Sabhara ini menjalani semua instruksi komandannya satu per satu.
Namun demikian, hukuman itu ternyata belum selesai. Toni kembali menginstruksikan anggotanya itu untuk tidur telentang di lapangan dengan posisi menatap matahari selama kurang lebih satu jam.
Toni Sugiyanto menjelaskan bahwa hukuman tersebut diberikan kepada anggotanya agar mereka bisa disiplin. Sebab selama ini, dia sudah menetapkan jika anggota Sabhara yang menetap di barak wajib salat berjamaah di masjid di Mapolrestabes Surabaya.
“Minimal mereka (anggota Sabhara, Red) ikut salat berjamaah pada Zhuhur dan Ashar. Mereka juga bisa shalat di barak karena di sana juga sudah ada mushala. Tapi, itu tidak mereka lakukan,” tutur Toni.
Menurut Toni, program tersebut sudah dia terapkan semenjak dirinya bertugas di Mapolrestabes Surabaya. Tidak hanya itu, perwira polisi dengan dua melati di pundak ini juga sering mengingatkan anggotanya agar tertib melaksanakan program shalat berjamaah di masjid.
“Semoga dengan sanksi seperti ini, mereka bisa mengambil manfaatnya. Tujuan saya hanya ingin mereka tertib. Tidak hanya dalam menjalankan tugas kepolisian, melainkan juga dalam urusan shalat berjamaah,” tegasnya.

Ibu Ini Ditilang Polisi Karena Boncengkan Anaknya Pakai 'Helm Ember'

Cianjur - Ada-ada saja cara pengemudi kendaraan menghindari razia yang digelar petugas kepolisian, mulai dari berbalik arah hingga berbalik memarahi petugas ketika kendaraannya dihentikan.

Seperti yang terjadi pada Jumat (20/5/2016) siang tadi, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Cianjur, Jawa Barat ngotot tak mau menerima surat tilang yang akan diberikan polisi lalu lintas yang menghentikan kendaraannya saat menggelar Operasi Patuh Lodaya.
Foto: Dok. Istimewa


"Anggota kami laporan dia kena semprot seorang PNS yang berdinas di Pemkab Cianjur. Dia ngakunya tak bersalah, padahal anggota jelas melihat dia membonceng putranya yang tidak pakai helm, selain itu dia membawa ember besar jelas itu berbahaya bagi keselamatannya," cerita Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa kepada detikcom, Jumat (20/5/2016).

Menurut Erik, petugasnya kemudian mengeluarkan surat tilang dan tetap menilang oknum PNS tersebut. Dengan wajah bersungut-sungut oknum tersebut mengambil surat tilang dengan tetap membiarkan anak yang diboncengnya 'berhelmkan' ember.

Operasi Patuh Lodaya digelar Polres Cianjur sejak 16 hingga 29 Mei mendatang. Selain penggunaan helm, operasi ini juga menjaring pengguna knalpot bising dan pencopotan stiker TNI/Polri.

"Kita melibatkan Dishub, dan Pom TNI. Angkutan umum juga jadi sasaran, tidak hanya normatif pelanggar lalu lintas. Sosialisasi operasi patuh sendiri sudah kita lakukan beberapa pekan sebelum pelaksanaan," lanjut Erik.

Sejak tanggal 16 Mei hingga hari ini terjaring sebanyak 1929 pelanggar lalulintas dari pemotor hingga angkutan umum. "Jumlah pelanggar ada 2079, 150 di antaranya kita berikan teguran dan sisanya kita tilang," tandas Erik. 
(dhn/dhn)

Rabu, 18 Mei 2016

Keren!! ==> Inilah 13 Sekolah yang Lulusanya Langsung Bekerja. Tolong Bagikan Pada Keluarga dan Teman Anda

Sekolah-sekolah kedinasan ini mempelajari bidang yang spesifik dan menarik.
Tipsdani.com merangkum sekolah-sekolah kedinasan yang mempunyai ikatan dinas bagi lulusannya plus tanggal buka pendaftarannya biar kamu nggak galau-galau banget. Sekolah-sekolah kedinasan ini mempelajari bidang yang spesifik dan menarik.
1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
stan
Sekolah yang berada di Bintaro, Tangerang ini sekolah idola banget buat para lulusan SMA. Kalau sudah lulus dari sini, dijamin juga jadi idola calon mertua. Orang tua mana yang nggak seneng anaknya dapat pegawai di Kementerian Keuangan. Jaminan tajir sih.
Pendaftaran bisa berkunjung ke stan.ac.id atau diKemenkeu.go.id
2. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)
stis
Bernaung di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, lulusan STIS akan diangkat sebagai pegawai negeri sipil di BPS. Nah, bagi kamu yang tertarik di bidang statistik bisa daftar di STIS di Jakarta. Info bisa diakses di stis.ac.id ya guys!
3. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)
STSN adalah sekolah kedinasan yang diselenggarakan Lembaga Sandi Negara dan berlokasi Bogor, Jabar. Di sini beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 (empat) tahun. STSN mempunyai 2 (dua) Program Studi yaitu Program Studi Teknik Persandian dan Program Studi Manajemen Persandian. Program Studi Teknik Persandian memiliki 2 (dua) bidang minat yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi. Pendaftaran cek infonya di stsn-nci.ac.id

4. Akademi Militer (Akmil)
akmil
Ini buat kamu yang suka tentang dunia militer dan siap jadi garda terdepan penjaga kedaulatan negara bisa daftar di Akmil yang berada di Magelang, Jawa Tengah. Akademi ini untuk calon perwira TNI Angkatan Darat. Untuk lebih mengenal Akmil, kamu bisa mengunjungi akmil.ac.id. Pendaftaran online bisa dilakukan di rekrutmen-tni.mil.id.
5. Akademi Angkatan Laut (AAL)
SONY DSC
Jika kamu bercita-cita menjadi perwira calon pemimpin di TNI Angkatan Laut, inilah akademi yang harus kamu tuju. Akademi Angkatan Laut (AAL) berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Untuk lebih mengenal AAL, kamu bisa mengunjungiaal.ac.id. Pendaftaran online bisa dilakukan di rekrutmen-tni.mil.id.
6. Akademi Angkatan Udara (AAU)
AAU
AAU merupakan institusi pendidikan untuk melahirkan calon pemimpin di TNI Angkatan Udara. Lulusan AAU langsung menjadi perwira dengan pangkat Letnan Dua. AAU berada di Yogyakarta, DIY. Untuk lebih mengenal AAU, kamu bisa mengunjungi aau.ac.id. Pendaftaran online bisa dilakukan di rekrutmen-tni.mil.id.
7. Akademi Kepolisian (Akpol)
akpol
Kalau Akpol yang berada di Semarang, Jateng ini khusus buat kamu yang berminat jadi pengayom dan pelindung masyarakat. Jadi salah satu aparat penegak hukum di negara ini. Dengan bobroknya citra kepolisian sekarang ini, bisa lho kamu jadi memperbaikinya, caranya jadilah polisi yang amanah dan jujur seperti Jenderal Hoegeng. Untuk pendaftaran, Info lengkapnya di akpol.ac.id
8. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
ipdn
IPDN dulunya terkenal gara-gara banyaknya kasus kekerasan antar praja yang terjadi di kampus ini. Sekarang kayaknya sih udah adem ayem aja. IPDN yang berada di Jatinangor, Jabar milik Kementerian Dalam Negeri yang lulusanya otomatis jadi PNS di Kemendagri.
Masuknya juga susah karena harus melalui banyak tes, biasanya hanya diambil 2 orang tiap kabupaten di seluruh Indonesia. Tapi jangan takut, semua sekolah kedinasan juga gitu. Pendaftaran bisa dilihat di ipdn.ac.id danipdn.kemendagri.go.id
9. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
stin
STIN yang berada di Sentul, Jawa Barat diselenggrakan oleh Badan Intelijen Negara. Jadi kebayang dong jadi apa setelah lulus dari sini? Buat yang suka dunia intelijen ala James Bond, bisa cek infonya di bin.go.id.
10. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)
stpn
Sekolah ini bernaung di bawah Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan berada di Yogyakarta, DIY. Sesuai namanya, di STPN ini kalian akan mempelajari tentang pertanahan nasional. Setelah lulus dari sini, kalian akan jadi CPNS di Badan Pertanahan Nasional. Nah infonya bisa di lihat di stpn.ac.id
11. Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN)
stipan
Sekolah ini berada di Jakarta dikelola oleh yayasan Abdi Negara Nusantara. Didirikan untuk mendidik pamong praja dan meningkatkan kapasitas birokrat. Untuk masuk disini kamu harus melalui beberapa tahapan tes dan ada rekomendasi dari kepala daerah domisilimu. Untuk pendaftarannya bisa kamu cari di stipan.ac.id
12. Akademi Imigrasi (AIM) dan Akademi Ilmu Pemasyarakatan
aim
Kedua akademi ini di bawah komando Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan berlokasi di Cinere, Depok, Jabar. Di Ilmu Imigrasi kamu akan belajar ke imigrasian yang nantinya akan diambil menjadi CPNS di Ditjen Keimigrasian. Sementara di Akademi Ilmu Pemasyarakatan kamu akan dididik menjadi CPNS yang punya keahlian khusus dibidang kemasyarakatan. Pendaftarannya dibuka sekitar bulan agustus. Info lengkapnya ada di kemenkumham.go.id
13. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
STMKG

Sekolah yang berada di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan berlokasi di Tangerang ini memang di khususkan untuk mempelajari tentang fenomena-fenomena alam yang terjadi di bumi dan seisinya seperti gempa, cuaca, iklim dll. Info pendaftarannya bisa kalian lihat di stmkg.ac.id  [ http://tipsdani.com/]

Bripka Seladi Pilih Menyambi Jadi Tukang Sampah daripada Terima Suap

Inilah pekerjaan sehari-hari Bripka Seladi. Di luar jam dinas, ia menjadi pengumpul sampah.

KLOJEN, KOMPAS.com -Bripka Seladi, anggota polisi di Polres Malang Kota layak dijadikan teladan. Demi mendapatkan uang sampingan, ia menyambi pekerjaan menjadi pengumpul sampah.
Selain bisa mendapatkan uang halal dari pekerjaan keduanya, pria berusia 57 tahun ini juga membantu dalam menciptakan kebersihan lingkungan.
Bripka Saladi memiliki sebuah gudang sampah di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Uniknya, gudang tersebut tidak terlalu jauh masih berada di jalan yang sama dengan kantor tempat ia berdinas.
Ketika berdinas menjadi polisi, ia bertugas di Urusan SIM Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Malang Kota yang berada di Jalan Dr Wahidin.

Sebelum kantor itu, berjarak sekitar 100 meter, ada sebuah bangunan. Jika dilihat dari luar, tidak terlihat tumpukan sampah. Halaman depan bangunan itu juga terlihat bersih.

Tetapi jika masuk ke dalamnya, bau khas sampah menyeruak. Bangunan itu minim penerangan. Tumpukan sampah yang terbungkus ratusan kantong sampah plastik berwarna hitam menggunung.

Sebuah lorong sempit disediakan untuk menuju salah satu ruangan di bagian belakang bangunan itu. Ruangan itu terlihat terang karena atapnya berlubang. Di ruang itulah, Seladi berdinas ketika tidak bertugas di kesatuannya.

Ia secara telaten memilah sampah. "Tukang rongsokan," ujarnya terkekeh.

Berbincang dengan Surya, sambil memilah sampah, tidak terdengar nada minder dalam suaranya. Cara bicaranya mantap diselingi humor.

Ia juga menyelipkan humor ketika ditanya nama lengkapnya. "Ya hanya Seladi, sela-selane dadi," katanya kemudian tertawa lebar.

Ya, itulah kehidupan Seladi. Seorang polisi, sekaligus pemulung dan pemilah sampah. Seladi menegaskan, pekerjaan sampingannya menggeluti "bisnis" sampah tidak membuatnya menelantarkan pekerjaan utamanya. Ia memilah sampah di luar jam dinas.

Delapan tahun, Seladi melakoni pekerjaan ganda ini. Empat tahun pertama, ia memulung sendiri sampah yang hendak dipilahnya.

Bapak tiga anak ini berkeliling kawasan dengan memakai sepeda ontel. Sepeda ontel itu yang menjadi kendaraannya sejak menjadi polisi tahun 1977.

Pukul 05.00 WIB, ia berangkat dari rumahnya di Jalan Gadang Gang 6, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, ke Mapolres Malang Kota.

Ia mengikuti apel, kemudian bertugas mengatur lalu lintas. Setelah mengatur lalu lintas, ia berdinas di Kantor Satpas, mengurusi ujian pencari SIM dan mengurusi administrasi sampai lepas jam dinas. Usai lepas jam dinas dan berganti baju, ia menggowes mencari sampah.

"Itu sekitar empat tahun, saya lakoni. Kemudian, teman saya meminjamkan rumah ini. Ini rumah kosong, saya jadikan gudang. Di sini pula, pemilahan dan sortir sampah dilakukan," tutur Seladi.

Proses pemilahan sampah itu melibatkan empat orang, yakni Seladi, dibantu anaknya, Rizal Dimas, dan dua orang yang ia sebut temannya.

Seladi tidak lagi berkeliling memulung sampah. Setelah bertahun-tahun, namanya cukup dikenal. Ia telah memiliki tempat pengumpulan sampah di sekitar Stasiun Kota Baru Malang.

Dari tempat itu, setiap hari terangkut satu mobil pikap sampah.

"Mobilnya beli juga dari hasil sampah ini," terangnya.
Sampah-sampah itu kemudian dipilah, apakah jenis botol plastik, kantong plastik, kardus dan material lain.
Tertarik bisnis sampah
Lalu kenapa sampah? "Karena saya melihat, ada orang yang mengambil sampah di sekitar kantor saya dinas. Kemudian saya pikir, ada rezeki di sana. Dan kalau tidak dipilah, akan banyak sekali tumpukan sampah. Saya lalu melakoninya, sendiri," ujarnya.

Ternyata memang benar, sampah menjadi salah satu ladang rezekinya. "Meskipun tetap masih banyakan gaji polisi," katanya.

Hanya saja, pendapatan dari sampah menambah penghasilan ekonomi di rumahnya. Ia menyebut tidak banyak, pendapatan dari sampah sekitar Rp 25.000 - Rp 50.000 per hari, jika dihitung per hari.

Pendapatan dari sampah terkumpul seminggu sekali, setelah sampah terjual.

"Yang penting halal, ikhlas, dan terus ikhtiar dalam melakoninya. Tidak usah peduli omongan orang. Saya tahu, pasti ada yang mencibir. Kalau ada yang begitu akan saya jawab 'saya bisa menjadi seperti kamu, tetapi apa kamu bisa seperti saya'," tegasnya.

Karenanya, ia mengaku tidak minder ataupun rendah diri meskipun setiap hari berkutat dengan sampah. Ia juga tidak jijik memilah aneka sampah. Ia juga mengaku tidak pernah menderita sakit serius meskipun membaui sampah menyengat setiap hari.

Tolak suap
Ia menegaskan, dirinya tidak mau tergiur meskipun berdinas di lahan yang selama ini dikenal sebagai lahan "basah" di institusi kepolisian.

Seladi mengaku tidak mau menerima pemberian orang, dengan tujuan tertentu dalam pengurusan SIM. Kalaupun ada yang memberi di rumah, imbuhnya, ia meminta sang anak mengembalikan pemberian itu.

Prinsip hidupnya itu ia ajarkan kepada sang anak. Lulusan SMEA di Malang itu mengajari anaknya, Rizal Dimas (21) etos kerja keras, halal, dan tanpa perasaan minder.

Setiap hari, sang anak membantunya memilah sampah. Lulusan D-2 Informartika Universitas Negeri Malang (UM) juga tidak jijik memilah sampah.

"Saya tidak minder memiliki ayah yang polisi, tapi juga tukang rongsokan. Ini pekerjaan halal. Saya malah bangga, karena ayah mengajari tentang kerja jujur," tegasnya. Ketika masih ada anggapan miring tentang polisi, Rizal berani menyodorkan bahwa sang ayah merupakan polisi yang patut dicontoh.

Sehingga Rizal tetap ingin menjadi seorang polisi. Tahun ini merupakan tahun ketiganya mencoba peruntungan ke kepolisian.

Ia sudah dua kali gagal ketika mendaftar menjadi polisi. Rizal mengakui, tidak ada bantuan lobi dari sang ayah supaya lolos. Tahun ini, ia kembali akan mendaftar.

Sementara itu, salah satu pekerjannya, Yani melihat Seladi sebagai sosok yang ulet dalam bekerja. "Bapak itu kalau tidak dinas ya bekerja di sini. Kalau ada tugas ngepam (pengamanan, red), kayak ngepam Arema tanding kemarin, ya tidak bisa nyortir sampah," ujarnya. (Sri Wahyunik/ Surya Malang)

Pembunuhan sadis `gagang pacul` ternyata didalangi pelajar SMP

Rahmat Alim, pelajar SMP pelaku utama pembunuihan sadis Enno Fahira
Polda Metro Jaya ternyata berhasil mengamankan tiga pelaku (sebelumnya disebut cuma dua) pembunuhan sadis terhadap Enno Fahira (18) karyawati PT Polyta Global Mandiri yang tewas mengenaskan dengan kemaluan ditancapi gagang pacul.
Selain Rakhmat alias Dayat dan Imam Pariadi alias Bogel, juga diamankan tersangka utama pembunuhan sadis, yakni Rahmat Alim (15), pelajar SMP yang tinggal di gang Musholla Mustaddin, Desa Jati Mulya, Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten
Dalam pemeriksaan sementara diketahui jika antara korban dan Rahmat Alim ini punya hubungan khusus satu bulan terakhir. Diduga kuat, Enno Fahira dihabisi karena menolak untuk diajak berhubungan badan oleh pelaku dan kedua rekannya.
Namun hingga saat ini polisi masih terus memeriksa keterangan ketiga orang yang diamankan ini untuk diketahui peran masing-masing dlaam kasus pembunuhan sadis tersebut.
Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, aksi pembunuhan sadis terhadap Enno Fahira (18) karyawati PT Polyta Global Mandiri yang tewas dengan kemaluan ditancapi gagang pacul, diduga didalangi oleh pacarnya sendiri.
Polda Metro Jaya yang membantu Polsek Teluknaga dan Polres Metro Tangerang melakukan perburuan terhadap para pelaku berhasil meringkus Rakhmat alias Dayat dan Imam Pariadi alias Bogel, pembunuhan sadis yang menancapkan gagang pacul pada kemaluan Enno Fahira (18) karyawati pabrik PT Polyta Global Mandiri. Belakangan, Rahmat Alim, pelajar SMP sekaligus teman dekat korban ternyata juga sudah diringkus karena diduga kuat sebagai otak pelaku pembunuhan sadis ini.
Perlu diketahui, Enno Fahira (18) warga Pegandigan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, Banten, yang baru 6 bulan bekerja di PT Polyta Global Mandiri, ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar mess karyawan di desa Kosambi, Kecamatan Teluknaga, Tangerang. Sebuah gagang cangkul dilesakkan di kemaluannya sehingga nyaris hanya tersisa cangkul besinya.
Saat ditemukan kali pertama oleh dua karyawan PT Polyta Global Mandiri, tubuh wanita yang sehari-hari berjilbab itu ditutupi setumpuk pakaian dan hanya terlihat sebelah kakinya. Saat benda-benda yang menutupi seperti bantal, guling, kain-kain disingkirkan, terlihat wanita malang inoi sudah tewas dalam kondisi mengenaskan. @andiono