Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2016

Taufik Ismail: Cuma di Indonesia PKI mau bangkit kembali, di negara lain tidak

http://ift.tt/25c58BP

POSMETRO INFO - Partai Komunis di Kamboja telah membunuh dua juta rakyat Kamboja. Mereka tak mau mengakui kalau sudah melakukan pembunuhan massal, demikian dinyatakan Sastrawan Taufiq Ismail.

“Namun rupanya tengkorak para korban pembunuhan Partai Komunis diambil dari kuburan lalu dipajang di museum. Ini untuk memberitahu rakyat Kamboja kekejaman partai komunis sehingga di Kamboja, partai komunis tak bisa berdusta,” ujarnya, Senin, (23/5), dikutip dari Republika.

Jika Partai Komunis di Kamboja tidak bisa berdusta atas semua kebiadaban mereka, di Indonesia Partai Komunis Indonesia (PKI) bisa berdusta atas kejahatan. Mereka bahkan berupaya menghapus kejahatannya.

“Mari kita bertindak, 50 tahun lalu Indonesia yang paling cepat membubarkan PKI. Dunia bahkan terkejut dan mengakui kehebatan Indonesia,” papar Taufiq.

Tetapi, meski sudah dihancurkan, PKI tetap melakukan gerakan bawah tanah. Bahkan paska reformasi 98 orang komunis berani bergerak di atas tanah.

“Cuma di Indonesia PKI mau bangkit kembali di negara lain tidak. Makanya kita ditertawakan oleh orang Eropa, Afrika, Amerika, mereka bilang apa itu komunis? Sudah usang,” ungkapnya. [islamedia]

Ki Gendeng: Ahok minta bantuan "dukun" Cina tapi tak mempan, ada kekuatan dari Utara yang akan jatuhkan Ahok

http://ift.tt/1XrSzQb
Ki Gendeng Pamungkas
POSMETRO INFO - Di sela-sela perayaan Hari Raya Waisak di Wihara Ekayana Arama, Duri Kepa, Jakarta Barat (22/05), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikabarkan meminta bantuan “dukun” asal China agar tidak jadi tersangka dalam sejumlah kasus korupsi.

Sinyalemen supranatural itu disampaikan praktisi metafisika Ki Gendeng Pamungkas kepada intelijen (22/05). “Orang kepercayaan Ahok di acara Waisak itu menemui dukun asal China yang dianggap sakti. Ahok minta agar tidak menjadi tersangka kasus korupsi,” ungkap Ki Gendeng.

Menurut Ki Gendeng, secara spiritual, Ahok saat ini mengalami kebingungan karena kasus reklamasi Teluk Jakarta maupun Rumah Sakit Sumber Waras bisa mendorong Ahok masuk penjara. “Ahok alami kebingungan. Dukun-dukun dari China diminta bantuan,” beber Ki Gendeng.

Ki Gendeng mensinyalir, pihak Ahok juga meminta dukun China untuk mengirimkan ‘guna-guna’ ke Presiden Jokowi. Tujuannya, agar mantan Wali Kota Solo itu membantu Ahok lepas dari jerat hukum. “Semua kekuatan spiritual dan perdukunan sedang dilakukan Ahok,” papar Ki Gendeng.

Namun, kata Ki Gendeng, bantuan dukun dari China tidak ada manfaatnya, karena sekarang yang dihadapi Ahok adalah kekuatan rakyat. “Ada kekuatan besar ‘dari utara’ yang bisa jatuhkan Ahok. Saya melihat gejala itu sudah ada,” pungkas Ki Gendeng.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama menghadiri peringatan Hari Raya Waisak di Wihara Ekayana Arama, Duri Kepa, Jakarta Barat. Dalam sambutannya, Ahok mengimbau agar umat Buddha dapat menjaga harmoni dan kedamaian bagi lingkungannya.

“Kalau bisa mengamalkan harmoni itu, dia bisa menahan dirinya, akan membuat orang di sekitarnya juga sejahtera,” kata Ahok di Duri Kepa (22/05). [intelijen]

Kivlan Zen: TNI dalam posisi siap menghadapi bangkitnya PKI, jangan sampai PKI bisa balas dendam

http://ift.tt/25bxkol

POSMETRO INFO - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen mengatakan, di Indonesia ada pihak-pihak yang mau membangkitkan komunis. Sebab, kondisi Indonesia saat ini tak stabil.

"Indonesia mau maju, komunis mau menikam lagi, sifat mereka memang seperti itu," katanya, Senin, (23/5).

Menurut dia, sekarang komunis sudah masuk ke mana-mana. "Pondok-pondok sekarang sudah lemas,  komunis sudah menyusup ke mana-mana," kata Kivlan. 

PKI di Indonesia, ujar Kivlan, sebenarnya masih ingin balas dendam. Apalagi mereka melihat Cina yang berideologi komunis semakin maju. "Cina memang punya ideologi komunis. Namun ekonominya kapitalisme, sedangkan politiknya diktator sentralistik," ujar Kivlan.

Ia berharap agar umat Islam baik dari NU, Muhammadiyah, dan gereja bersatu bergabung menjadi satu menghadapi PKI. Apalagi saat ini pekerja yang berasal dari tentara Cina ada di mana-mana. Pekerja dari Cina sudah banyak bekerja di pabrik-pabrik di Indonesia.

"Namun TNI dalam posisi siap menghadapi bangkitnya PKI. Jangan sampai PKI bisa balas dendam kembali," ujarnya. [rol]

Sebut PKI Ingin Balas Dendam, Kivlan Zen Minta Umat Islam & Kristen Bersatu Lawan Kebangkitan PKI

http://ift.tt/1TFhQ85

POSMETRO INFO - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen mengatakan, di Indonesia ada pihak-pihak yang mau membangkitkan komunis sebab kondisi Indonesia tak stabil. Dia mengatakan Indonesia mau maju, tapi komunis mau menikam lagi karena sifat mereka memang seperti itu.

Sekarang komunis sudah masuk ke mana-mana. "Pondok-pondok sekarang sudah lemas, komunis sudah menyusup ke mana-mana," katanya, Senin, (23/5).

PKI di Indonesia, Kivlan mengatakan sebenarnya masih ingin balas dendam. Apalagi mereka melihat Cina yang berideologi komunis semakin maju. "Cina memang punya ideologi komunis. Namun ekonominya kapitalisme sedangkan politiknya diktator sentralistik," ujar Kivlan.

Ia berharap agar umat Islam baik dari NU, Muhammadiyah, juga gereja bergabung menjadi satu menghadapi PKI. Apalagi saat ini, terang Kivlan, pekerja berasal dari tentara Cina ada di mana-mana. Pekerja dari Cina sudah banyak bekerja di pabrik-pabrik.

"Namun TNI dalam posisi siap menghadapi bangkitnya PKI. Jangan sampai PKI bisa balas dendam kembali," ujarnya. [rol]

Kivlan Zen: Buruh Cina sudah kesini, Cina pendukung utama komunis. Saya siap perang lawan PKI!

http://ift.tt/1TFhOwZ

POSMETRO INFO - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen meminta semua ormas Islam NU, Muhammadiyah dan lainnya bergerak mencegah bangkitnya PKI.

"Saya sudah mendatangi banyak pondok pesantren sampai Banyuwangi. Kami siap perang melawan bangkitnya gerakan PKI," katanya, Senin, (23/5).

Kivlan juga mendatangi PBNU untuk konsolidasi menghimpun kekuatan. "Kami melakukan kolaborasi, kalau perlu bentuk barisan pembela Pancasila."

Sekarang buruh-buruh dari Cina ada di mana-mana. Mereka masuk ke pabrik  garmen, pabrik semen. "Buruh dari Cina sudah datang ke sini, perlu diingat Cina merupakan pemberi dukungan utama komunisme."

Bagi orang-orang yang mau ditelan PKI, ujar Kivlan, biarkan saja kalau mau diam. Namun TNI, Polri sadar kalau PKI ini musuh bangsa dan tak boleh dibiarkan bangkit kembali. "Saya siap perang melawan PKI. Saya siap menghadapi PKI," kata Kivlan. [rol]

Ancam Siram Pendemo Pakai Bensin, Ahok Ditantang Duel, "Kalau tak berani, Ahok pakai rok saja!"

http://ift.tt/1TFhHBL

POSMETRO INFO - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok rupanya gerah dengan sikap para pendemo yang menginginkan dirinya diturunkan dari jabatan Gubernur DKI dan dimasukkan ke dalam penjara atas dua kasus, Sumber Waras dan Reklamasi Teluk Jakarta.

Kegerahan Ahok ini, ditumpahkan dengan keinginan untuk membakar para pendemo, dengan cara mobil water canon yang berisi air diganti dengan isi bensin, agar terbakar.

Rupanya keinginan Ahok dijawab dengan lantang oleh Ahmad Dhani pentolan grup Band Dewa.

“Hok….kutunggu bengsin(bensin) mu tgl 30 Mei…..aku paling depan demo di KPK……kita lihat siapa yg punya kelamin di antara kita…..ADP (Ahmad Dhani Prasetyo)” tantang akun @AHMADDHANIPRAST

Bahkan bukan hanya Ahmad Dhani beberapa warga dan juga ketua Laskar Priboemi, juga Petinggi Partai Priboemi yang juga pembina di Laskar Bugis Makassar, Yakub A. Arupalakka menantang Ahok.

“Kalau water canon mau di isi bensin boleh, asalkan Ahok sendiri yang menyiram pendemo, saya mau lihat, apakah bacotnya sebesar nyalinya !” Ujar Yakub marah.

Kemarahan Yakub karena Ahok menganggap warga Jakarta yang pribumi bagaikan sampah yang harus dibakar, Yakub malah ingin mengajak Ahok duel dan tidak berkoar di media.

“Ayo kalau memang Ahok punya nyali saya tunggu dmana saja dia mau ! Jangan hanya bisa besar di mulutnya seperti perempuan, kalau tidak berani sebaiknya dia pakai rok saja,” tantang Yakub.

Bukan hanya Yakub, sebagian besar rekan-rekan Yakub juga ingin Ahok jangan seperti perempuan yang beraninya hanya di mulut, tapi turun langsung dan beradu seperti laki jantan.

“Ahok itu cuma beraninya di mulut, soal nyalinya sebagai laki-laki tidak ada, jadi kalau memang berani turun langsung dan dia sendiri yang siram pendemo denga water canon yang sudah di isi bensin,” ujar Lukman Ketua Laskar Bugis Makassar. [pembawaberita]

Masyarakat JakUt Tagih Janji DPRD DKI Melengserkan Ahok, "Kita tunggu Jumat 27 Mei mendatang"

http://ift.tt/25bjbri

POSMETRO INFO - Aktivis Komunitas Masyarakat Jakarta Utara (KOMJU), Anung Mhd, menunggu janji para Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, untuk segera mengadakan rapat Paripurna oleh seluruh fraksi yang ada. Hal ini ditegaskan Anung saat mendatangi perwakilan dari DPRD DKI.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik dari Fraksi Partai Gerinda dan H. Ramli Fraksi dari Partai Golkar pada Jum’at 20 Mei 2016 berjanji kepada perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU), untuk segera menggunakan hak menyatakan pendapatnya untuk menonaktifkan Ahok sebagai gubernur.

“Kami minta waktu seminggu dari sekarang untuk mengadakan konsolidasi dan komunikasi oleh semua anggota dewan dari seluruh partai yang ada,” ujar Taufik kepada seluruh perwakilan masyarakat yang hadir di gedung DPRD DKI Jakarta.

Pernyataan itupun akhirnya diperkuat oleh surat pernyataan yang ditanda tangani oleh M Taufik dan Ramli untuk dalam waktu 7 hari dari Jum at tanggal 20 Mei 2016, untuk segera menonaktifkan ahok. 

Anung mengatakan, masyarakat Jakarta Utara (Jakut) sangat berharap adanya keputusan dari DPRD DKI Jakarta, terkait permintaan masyarakat Jakut untuk menonaktifkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Kita lihat saja Jum’at mendatang, tertanggal 27 Mei 2016, bener tidak mereka adalah wakil rakyat seutuhnya, karna tugas DPRD salah satunya ialah mengawasi dan mengevaluasi para eksekutif termasuk ahok dan memberhentikan ahok dengan konstitusi. Saya mendengar fraksi dari Partai PKS pun setuju untuk menonaktifkan Ahok, semoga hal ini juga di ikuti oleh partai lainnya, kami sedang dalam upaya meminta partai PPP dan PDI Perjuangan untuk dapat mendukung upaya menonaktifkan ahok,” ujanya.

Anung berharap, mudah-mudahan gayung bersambut, gerakan yang dilakukan masyarakat Jakut dapat dipenuhi.

“Kami lakukan ini semata-mata untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa, yang semakin hari semakin memprihatinkan. Kami hanya mau Rakyatlah yang mempunyai kedaulatan setinggi tingginya,” tegas Anung.[porosjakarta]

Wartawan Senior: Kenapa ada profesor dan doktor ngotot bela Ahok? Mereka intelektual berbayar!

http://ift.tt/1Wclad4

POSMETRO INFO - Wartawan senior Edy A Effendi kembali mengecam gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Menurut Edy, dari sisi kapasitas Jokowi tak kredibel. Bahkan, kapasitas Walikota Bandung Ridwan Kamil jauh lebih baik ketimbang Jokowi.

“Negara ını lagi blunder. Negara ını sedang dıpimpin orang yang awalnya cuma jadı ganjel karena tak ada tokoh laın. Ingat ya GANJEL!!! Dia @jokowi cuma ganjel karena pas dia muncul tak ada tokoh lain. Kapasitas dia sebagai presiden, jauh dari mumpuni,” tulis Edy Effendi di akun Twitter @eae18.

Kesimpulan Edy terkait kapasitas Jokowi itu dirangkum dari banyak narasumber yang paham politik. “Saya selalu tanya ke orang-orang yang paham politik, baik yang pro atau kontra @jokowi. Kesımpulannya sama: Jokowı tak kredibel,” tulis @eae18.

Edy membandingkan kredibilitas Jokowi dengan Prabowo Subianto ataupun Ridwan Kamil. “Secara kepemımpinan, @ridwankamil jauh lebih baık ketimbang @jokowi. Prabowo bukan sosok yang tepat untuk bersaıng dg Jokowi. Sebagai orang, Prabowo terlalu lugu,” tegas @eae18.

Secara khusus, Edy juga menyoal dukungan dari sejumlah “intelektual” terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Saya tanya ke beberapa orang, yang sudah profesor dan doktor: kenapa ada intelektual yang ngotot bela Ahok. Kesimpulannya: ıntelektual berbayar,” kicau @eae18. [intelijen]

Ahok Bilang Ke Relawannya Jangan Anti-Partai, Teman Ahok Bakal Jadi Timses Pilkada

http://ift.tt/25bjfXV

POSMETRO INFO - Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan mengenai kemungkinan relawan Teman Ahok menjadi tim sukses saat dirinya maju ke Pilkada 2017 mendatang.

"Tergantung mereka. Pasti mungkin jadi tim sukses, untuk jadi saksi," kata Basuki saat di Balai Kota, Senin (23/05/2016).

Basuki yang terkenal dengan nama Ahok ini melihat bila kemungkinan itu terjadi akan menghemat pengeluaran karena tidak perlu lagi membayar.

Ahok memutuskan untuk maju secara independen bersama Heru Budi Hartono dengan dukungan relawan Teman Ahok.

Ahok belum tahu apakah akan ada indikasi dukungan dari partai politik terhadap pencalonan dirinya kembali menjadi DKI 1 dan ia menegaskan dirinya tidak anti-partai.

Ia memilih dukungan dari Teman Ahok karena ada sekumpulan anak muda apolitik dan memiliki stigma tidak baik terhadap partai politik.

Ahok ingin menyampaikan kepada mereka bahwa partai politik tidak seperti yang mereka kira.

"Ini kesempatan supaya meyakinkan mereka, tahu masih banyak partai yang baik," kata dia.

Teman Ahok bertugas mengumpulkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) agar Ahok dapat mendaftar sebagai calon gubernur di Pilkada 2016.

Situa resmi relawan tersebut menuliskan hingga kini sudah mengumpulkan 869.706 KTP untuk Ahok.

Dukungan tersebut akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 3-7 Agustus 2016. Setelah diverifikasi, calon gubernur mendaftar pada pertengahan September. (rn)

Eka Gumilar: Ahok mau jadi gubernur lagi? Ngimpi Ahoker! Jakarta tak pernah pilih dia, apalagi Indonesia

http://ift.tt/1WcldFU

POSMETRO INFO - Demo besar di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali digelar bertepatan pada hari lahirnya Pancasila, 1 Juni 2016. Agenda demontrasi adalah menuntut KPK untuk menjadikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka sejumlah kasus korupsi, salah satunya korupsi pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Aktivis politik Eka Gumilar menyambut baik gerakan massa yang dimotori oleh “Gerakan Tangkap Ahok” (GTA) itu. “Percayalah karir Ahok sdh masuk ICU menunggu ajal. Tdk akan ada kesempatan lagi, kasian cebong2 yg berharap dia jadi Presiden! BANJUR..biar gak mabok,” tulis Eka Gumilar di akun Twitter @ekagumilars.

Menurut tokoh Barisan Putra Putri Indonesia ini, rakyat Jakarta tidak pernah pilih Ahok jadi Gubernur DKI. “AHOK MAU JADI GUBERNUR LAGI? Ngimpi Ahoker. Jakarta tidak pernah pilih dia, apalagi Indonesia. Cukup kecelakaan maut satu kali terjadi untuk Jakarta!” tegas @ekagumilars.

Rencana “Sidang Rakyat” di depan gedung KPK itu diungkapkan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet. Menurut Ratna, pihaknya bersama beberapa elemen masyarakat yakni Gerakan Tangkap Ahok (GTA), Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU), buruh tergabung Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal, “Orang Kita” yang diinisiatori Ahmad Dani.

“Kita berkomitmen bahwa masalah Ahok bukanlah sekedar masalah Ibukota Jakarta saja, akan tetapi masalah bangsa Indonesia. Ini adalah sebagai amunisi kita untuk menggulingkan dan menurunkan manusia aneh itu,” beber Ratna dalam diskusi bertema ‘Mengungkap Tabir Korupsi RSSW’ di Jakarta (22/05). [intelijen]

Iwan Piliang: Indikasi ada yang rekayasa isu PKI itu oknum PKI di kekuasaan, rakyat saatnya bergerak

http://ift.tt/25bj2Ei

POSMETRO INFO - Pada acara “Silaturahim Purnawirawan TNI/Polri, Organisasi Masyarakat Keagamaan dan Kepemudaan” di Balai Kartini, 13 Mei 2016, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa bahaya laten Partai Komunis Indonesia (PKI) memang benar-benar ada.

“Bahaya laten ini benar. Saya enggak mau dibilang enggak ada. Kalau dianggap begitu terus bisa bahaya,” tegas Ryamizard.

Di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan memandang enteng soal peredaran atribut PKI, “Palu Arit”, khususnya menggunakan media kaos.

Menanggapi sikap Luhut, Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat Anton Tabah Digdoyo, menegaskan bahwa fakta dan sejarah sudah jelas terkait pemberontakan PKI yang selalu gagal. Namun dalam pernyataan Luhut yang terkesan memberi ruang terhadap geliat PKI. Pemerintah sepertinya ragu terhadap PKI karena saat ini ada wacana pemerintah akan meminta maaf kepada PKI dan keluarganya.

Anton mengingatkan, jika keadaan itu dibiarkan, negara bisa hancur jika setiap ganti penguasa berubah kebijakan. Padahal isu PKI adalah hal yang sangat sensitif dan tidak bisa dimaafkan. “Jika tiap menghadapi masalah bilang negara ada di tengah bagaimana dengan tuntutan masyarakat agar naskah Pancasila kembali ke naskah asli Piagam Jakarta. Kenapa negara bisa mengatakan Pancasila sudah final. Tapi terhadap PKI tidak bisa,” jelas Anton seperti dikutip republika (11/05),.

Untuk mencegah PKI tidak lagi bangkit di Inonesia, Anton Tabah menyarankan Luhut yang dekat dengan Presiden Jokowi untuk memberikan saran dan masukan yang benar dan terbaik tentang PKI. Anton menilai, Jokowi mungkin saja kurang mengerti tentang sepak terjang PKI yang telah dua kali melakukan pemberontakan.

Terkait isu kebangkitan PKI, aktivis politik Narliswandi Piliang (Iwan Piliang) di akun Twitter @IwanPiliang7 menulis: “Media itu opini. Yang bilang rekayasa isu PKI, sah saja. Indikasi ada yang rekayasa & itu oknum PKI di kekuasaan. Rakyat yg cerdas saatnya bergerak.” [intelijen]

Hohoho Nama Buwas Digadangkan jadi Pengganti Badrodin Haiti, DPR Bilang Begini..

http://ift.tt/1Xrckat
Hohoho Nama Buwas Digadangkan jadi Pengganti Badrodin Haiti, DPR Bilang Begini..

POSMETRO INFO - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun 24 Juli 2016. Isu perebutan kursi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mulai memanas.

Nama-nama calon pengganti Badrodin pun bermunculan. Sederetan perwira baik bintang dua dan tiga masuk dalam bursa Kapolri. Setidaknya ada beberapa nama yang berpeluang menduduki jabatan orang nomor satu di tubuh Polri itu. Diantaranya, Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Kepala BNN Komjen Budi waseso, Kabarhakam, Komjen Putut Eko Bayuseno, Kepala BNPT Tito Karnavian, Kalemdikpol Komjen Syafruddin, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, dan Sekertaris utama Lemhanas, Komjen suhardi Alius.

Terkait nama-nama calon pengganti Badrodin, Anggota Komisi III Nasir Djamil menyebutkan Komjen Budi Waseso berpeluang besar menjadi Kapolri. Sebab, dia melihat Buwas sebagai calon yang berintegritas dan memenuhi syarat.  

"Bisa saja dia (Budi Waseso), bintang tiga, semua sudah cukup syaratnya," kata Nasir kepada Rimanews, Senin (23/05/2016).

Kata Nasir, calon kapolri harus mempunyai visi dan misi sama dengan Presiden Joko Widodo. Selain itu, calon Kapolri juga harus mampu menerjemahkan keinginan Presiden ke depan.

Kendati demikian, Menurut Politisi PKS ini DPR tengah menunggu sikap Presiden terkait masa jabatan Badrodin Haiti. Sebab, ada kemungkinan Jokowi akan memperpanjang jabatan Badrodin.

DPR dipastikan hanya menunggu nama yang akan diusulkan oleh Presiden. Selanjutnya, DPR akan melakukan fit and proper test terhadap nama yang sudah diusulkan tersebut.

"Belum tahu sikap presiden. Jadi diperpanjang atau tidak tentu presiden mendengar dari ahli kepolisian, ahli tata negara, dan manajemen birokrasi. kita sendiri wait and see. Apapun sikap presiden itu pilihan yang baik," tandas dia.[rimanews]

Minggu, 22 Mei 2016

Pejabat Pemakai Narkoba Dilindungi Pemkot, Alasannya Pembinaan?

http://ift.tt/1TE5tcz
Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail menyampaikan hasil tes urine yang berlangsung 4 April lalu. Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan sekretaris golongan eselon III positif sebagai pengguna. Anehnya, Pemkot Samarinda justru menutupi nama dan instansi pejabat tersebut.

Nusyirwan Ismail mengatakan, pihaknya telah menerima hasil assessment dari Badan Nasional Narkotika (BNN) Samarinda yang sebelumnya juga telah melalui uji laboratorium BNN Pusat. Atas hasil tersebut, pemkot mengambil pilihan untuk merehabilitasi pegawai yang dianggap positif sebagai pengguna narkoba.

“Rehabilitasi akan dilakukan di Lido Bogor yang memang berpengalaman menangani masalah ini. Waktu yang akan dihabiskan selama 4 sampai 6 bulan,” ucap Nusyirwan.

Atas pilihan itu pula, Pemkot Samarinda enggan menyebut dua nama sekretaris Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menggunakan narkoba. Kemudian orang nomor dua di Kota Tepian ini juga beralasan, langkah melakukan pembinaan terhadap PNS membuat nama yang bersangkutan masih ditutup rapat-rapat.

“Intinya dua orang bergolongan eselon III dan menjabat sekretaris. Untuk inisial pun tidak bisa kami berikan, ini untuk menghindari trauma yang berkepanjangan kepada pelaku,” paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga tidak bisa bertindak dengan cara memvonis. Bahkan Nusyirwan menyebut jika kedua orang itu tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. “Karena hal itu yang kami inginkan,” imbuh Wawali.

Untuk tindak lanjut, ke depan pemkot segera membuat surat pengantar yang didukung dengan data dari BNN dan dokter untuk diarahkan ke pusat rehabilitasi medik rawat inap. Jika yang bersangkutan tak ingin menjalani proses rehabilitasi, maka hal itu dianggap sebagai pembangkangan. “Artinya itu bentuk melawan dari keputusan secara kepegawaian. Sedangkan untuk biaya akan ditanggung oleh BNN pusat,” sebutnya.

Terkait jabatan kedua sekretaris itu, Nusyirwan tidak bisa memastikan apakah akan diganti atau tidak. Karena sejauh ini memang belum ada pembahasan soal proses mutasi dan pergantian pejabat. Bahkan untuk dipecat pun tidak dilakukan. “Yang penting berdua ini diobati dulu, mudah-mudahan sembuh dan tetap melanjutkan tugas sebagai seorang ASN. Selama rehabilitasi tentu dibebastugaskan,” tandasnya.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, selama dilakukan rehabilitasi maka yang bersangkutan akan diberhentikan sementara dari jabatannya. Namun untuk gaji serta tunjangan jabatan dan hak keuangan lainnya tetap akan diterima. “Apalagi dalam UU 35/2009 disebutkan semua pengguna memang tidak dipenjara tapi memang harus direhabilitasi dulu. Ini juga sudah berdasarkan hasil assesment,” ucap Dayat, sapaan akrabnya.

Sementara itu, persoalan ini juga mendapat tanggapan pengamat hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah. Ia mengatakan, kalaupun mengambil langkah pembinaan tanpa membeberkan nama pelaku justru itu salah kaprah. “Karena pemkot punya kewewenangan untuk menjatuhkan sanksi terhadap jabatan, misalnya dicopot dulu agar terlihat serius. Jangan seperti main kucing-kucinganan begini, publik pasti bertanya-tanya,” ujar Herdi.

Dosen Fakultas Hukum Unmul ini menambahkan, ada tiga sanksi yang bisa jatuh terhadap PNS atau pejabat yang terlibat narkoba. Pertama adalah sanksi sosial, dengan menyebut nama justru itu penting, karena publik tentu tidak ingin dipimpin dengan seorang pecandu narkoba. Kedua sanksi etik, PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai disebutkan jika pemkot bisa menjatuhkan sanksi agar tidak terkesan percuma tes urine yang dilakukan.

“Kemudian sanksi hukum, artinya proses hukum harus tetap jalan, paling tidak pihak kepolisian bisa masuk untuk meminta keterangan saja,” tandasnya.

Ketika Ahok Mengutip Al-Kitab Di Puncak Emosinya, Sontak Semua Terdiam!

http://ift.tt/1YQpc98
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ahok kesal dengan adanya data yang disebutnya fiktif berjudul 'Daftar Kontribusi Tambahan (Bukan CSR) yang telah diterima Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dari Agung Podomoro Land. Kontribusi ini tidak memiliki dasar hukum'.

Menanggapi isu tersebut, Ahok naik pitam.

Dia berencana untuk menggugat penyebar data.

Ahok menduga ada upaya penggiringan opini jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

"Ini penggiringan yang mengerikan. Gua akan cari tahu dari mana tulisan ini, pasti kita gugat," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016) malam.

Disebutnya, ada yang ingin mencitrakannya sebagai kepala daerah yang menggunakan kewenangannya untuk meraup keuntungan dari perusahaan pengembang.

Serta ada upaya untuk menjatuhkannya sebagai orang nomor satu di Ibu Kota.

Namun Ahok mengaku tidak akan mundur dari jabatan yang diembannya saat ini.

"Kalau lu pengin banget gua enggak jadi gubernur, enggak bisa lah. Gua enggak pernah mundur digituin," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Di puncak kekesalannya, Ahok mengutip kitab Amsal 4:18: Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

"Gua udah bilang, kalau cahaya fajar, rembang pagi, lu enggak bisa tahan dia terang. Itu Ahok," ujar Ahok yang kemudian meninggalkan awak media ke ruangannya di Balai Kota.

Ahok Dan Setno Ketemuan, Bertanda Sinyal Dukungan Golkar?

http://ift.tt/1WLUWyR

POSMETRO INFO - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui bahwa dia bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, pekan lalu. Namun, dia mengatakan, pertemuan itu hanya kumpul-kumpul biasa.

Basuki alias Ahok mengatakan, dia mendapatkan dukungan dari kader Golkar secara pribadi. Namun, dukungan itu belum final dari partai.

"Kalau teman-teman secara pribadi dari dulu sudah dukung, yang anak muda datang berapa kali dukung kok termasuk DPR. Tapi kalau partai kan mesti ada proses," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (23/5/2016).

Ahok mengatakan, dia memang memiliki hubungan dekat dengan beberapa kader Partai Golkar. Namun, itu bukan berarti dia sudah resmi didukung partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Kita mah enggak tawar-menawar, cuma duduk makan saja. Langsung aja itu teman-teman Golkar bilang, langsung aja majulah, pasti nanti kita dukung. Tapi kan partai kan beda," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto memuji kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut dia, terobosan-terobosan yang dilakukan Ahok telah menjawab sebagian masalah yang dihadapi Ibu Kota.

Melihat kinerja Ahok itu, Setya mengatakan, tak tertutup kemungkinan Golkar akan memberikan dukungannya pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

"Golkar selalu mendukung yang terbaik," kata mantan Ketua DPR RI itu. (ks)

Beraninya Sama Rakyat Kecil, Ahok Ditantang Gusur Bangunan Mewah di Jalur Hijau.

http://ift.tt/20oMt2d
Beraninya Sama Rakyat Kecil, Ahok Ditantang Gusur Bangunan Mewah di Jalur Hijau.

POSMETRO INFO - Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban menantang Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk berani menggusur bangunan mewah di jalur hijau tanpa izin.

Kaban menilai Ahok hanya berani menggusur bangunan tanpa izin jika pemiliknya adalah rakyat kecil.

“Bangunan mewah dijalur hijau tanpa ikuti tata ruang DKI jelas pelanggaran. Kapan dirobohin Pak Gub yth,” ungkap Kaban di akun Twitter yang dipantau Senin, (23/05/2016).

Kaban, bahkan, mengingatkan jika Ahok pilih kasih, jabatannya sebagai gubernur bakal terancam.

“Rumah rakyat gak ada IMB dan sertifikat dirobohin. Bangunan di zona reklamasi tanpa sertifikat dan IMB ayo robohin. Kalau ngga, Gub DKI yang roboh,” tegas Kaban.

Sikap ahok yang tidak adil tersebut, menurut Kaban, merupakan penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power yang dapat merongrong keutuhan negara.

“Discretion Gub DKI pelanggaran hukum dan abuse of power memperkaya orang lain merugikan negara,” katanya.

Seperti diketahui, setakat ini, PBB dalam sejumlah kesempatan lebih gencar melakukan oposisi terhadap kebijakan Ahok. Hal ini dinilai karena Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra bakal maju menantang Ahok dalam Pilkada 2017 mendatang.[rimanews]

Saat Deddy Mizwar Sedih Melihat Jakarta : "Janganlah Membangun Peradaban Diatas Kemaksiatan"

http://ift.tt/1WLJCCU
Saat Deddy Mizwar Sedih Melihat Jakarta : "Janganlah Membangun Peradaban Diatas Kemaksiatan"

POSMETRO INFO - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar ikut angkat bicara mengenai mega proyek reklamasi Teluk Jakarta. Dia menganggap proyek tersebut hanya menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan di Jawa Barat lantaran sebagian besar materialnya berasal dari daerah Bogor.

"Mega proyek yang ini didasarkan pada kepentingan ekonomis semata, karena tidak memperhatikan lingkungan sekitar," ungkap Deddy, di Bandung, Sabtu
(21/5).

Deddy mengaku sedih dengan kerusakan alam yang ditimbulkan. Apalagi Jawa Barat sama sekali tidak mendapat manfaat ekonomi dari pulau-pulau buatan tersebut.

"Janganlah membangun Jakarta dengan cara memindahkan bencana ke daerah lain, janganlah membangun Jakarta dengan cara memindahkan kemiskinan ke daerah lain," ungkapnya lagi dengan nada kesal.

Dijelaskan, reklamasi Pantai Utara Jakarta, 80 persen bahan baku material batu, pasir, dan sejenisnya berasal dari Bogor Barat. Dampak eksploitasi bahan baku alam itu mengakibatkan jalanan di Bogor barat hancur karena dilintasi sekitar ribuan truk bermuatan minimal 30 ton setiap harinya. 

"Sebuah peradaban janganlah dibangun di atas sebuah kemaksiatan, serta mengorbankan kepentingan masyarakat lain serta lingkungan yang ada," tandas Deddy.[portalpiyungan]

LBH: Rekayasa isu komunis sukses alihkan perhatian dari maraknya korupsi dan ketidakadilan sosial

http://ift.tt/1WanxNx

POSMETRO INFO - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yakni LBH Jakarta, LBH Bandung, LBH Semarang, LBH Yogyakarta, dan LBH Surabaya kompak menilai rekayasa isu kebangkitan komunis telah menimbulkan keresahan di masyarakat dan sukses mengalihkan perhatian dari isu korupsi dan ketidakadilan sosial.

Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa mengemukakan bermula dari adanya upaya penuntasan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) 1965-1966, berbagai ormas dan purnawirawan Jenderal yang menolak, kemudian menghembuskan isu bahwa upaya penuntasan kasus tersebut akan membangkitkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan komunis.

"Berbagai praktek kebebasan berekspresipun kemudian diberangus. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia melakukan "sweeping" dan penyitaan yang tidak berdasar," kata Alghif, Minggu (22/5/2016).

Alhasil, kata Alghif, orang yang memakai baju kaos Pencinta Kopi Indonesia ikut dikriminalisasi, acara diskusi dibubarkan, dan nonton bersama dilarang. Bahkan baju kaos Munir pun disita karena dianggap terkait dengan komunisme. Tidak hanya berdampak terhadap kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berekspresi, isu kebangkitan komunisme juga berdampak terhadap kerja-kerja bantuan hukum serta advokasi keadilan sosial di masyarakat.

"Serikat yang sedang berjuang dilabel komunis, aktivis keadilan agraria dan pejuang masyarakat adat dianggap akan membangkitkan PKI, dan pengacara publik pun dilabel sebagai pengacara PKI," ujarnya.

Menurut Alghif, masyarakat yang masih fobia terhadap isu komunis akan dengan mudah terpengaruh. Masyarakat yang dibela kemudian menjadi saling curiga ataupun takut. Kemudian masyarakat yang seharusnya mendukung kerja bantuan hukum dan advokasi enggan untuk membantu. Bahkan bukan tidak mungkin, aparatur pemerintah langsung curiga. Bantuan hukum dan advokasi menjadi terhambat akibat rekayasa isu komunis tersebut.

Ia pun mencontohkan sebagian kasus di lapangan yang diklaim sebagai bentuk hambatan terhadap kerja bantuan hukum dan advokasi: Pertama, kegiatan teater seperti monolog Tan Malaka di Bandung dibubarkan oleh sekelompok massa karena dianggap menyebarkan faham komunis, begitu pula dengan aktifitas literasi yang diselenggarakan di kampus ISBI Bandung.

Di Garut LBH Bandung memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang memperjuangkan hak atas tanah dan berujung pada program redistribusi tanah oleh pemerintah, tidak luput juga dinyatakan ditunggangi oleh Oknum PKI.

"Padahal kegiatan itu jelas merupakan upaya penyelesaian sengketa agraria dan menjadi agenda pemerintah melalui kementrian agraria dan tata ruang," tuturnya.

Berikutnya, lanjut Alghif, di Kendal LBH Semarang memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang memperjuangkan hak atas tanah, Babinsa turun ke masyarakat dan menunjukkan foto aktivis-aktivis yang dituduh PKI. Padahal mereka bukan PKI, melainkan aktivis yang konsisten membantu masyarakat tanpa
pamrih.

"Sebuah ormas pun ikut menuduh LBH Jakarta sebagai sarang komunis. Padahal LBH Jakarta merupakan sebuah lembaga hukum yang secara profesional membela korban pelanggaran HAM," jelasnya.

Oleh karenanya, Alghif mengatakan pihaknya menyerukan agar Kemenkopolhukam RI dibawah kepemimpinan Luhut Binsar Panjaitan untuk segera mengkoordinasikan seluruh instansi/lembaga/badan serta kementerian terkait demi terjaganya situasi politik, hukum dan keamanan di negeri ini dengan tidak melakukan intimidasi terhadap gerakan aktivis yang disebabkan adanya provokasi isu bangkitnya kembali komunisme.

"Masyarakat juga agar tidak mudah terpancing provokasi isu kebangkitan komunisme yang disebarkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab," tandasnya. [rn]

Mantan Danpaspampres: Siapapun yang coba membangkitkan kembali paham komunis harus ditindak!

http://ift.tt/20mZc5w

POSMETRO INFO - Senator asal Maluku, Nono Sampono menegaskan, oknum-oknum yang sengaja mengedarkan atau membangkitkan kembali faham komunis di Tanah Air harus ditindak sesuai peraturan yang berlaku.

"Siapa pun yang dengan sengaja mencoba membangkitkan kembali paham komunis di tanah air harus ditindak karena melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku di negara ini," kata Nono saat dikonfirmasi Antara di Ambon, Sabtu (21/5/2016).

Pernyataan Nono disampaikan menanggapi munculnya sejumlah fenomena kebangkitan paham komunis di Indonesia belakangan ini. Padahal penyebaran paham ini bertentangan dengan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Kejahatan Terhadap Ketahanan Negara.

Selain itu, paham komunis juga telah dilarang dalam Ketetapan MPRS RI No.XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di seluruh Wilayah Indonesia.

"Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk kembali menghidupkan atau menumbuhkan paham tersebut," tandasnya.

Menurut mantan Komandan Paspampres tersebut, seharusnya semua anak bangsa harus bersama-sama bersepakat dan mengakui bahwa Pancasila menjadi satu-satunya ideologi bangsa dan negara, sehingga tidak boleh mengembangkan atau mengajarkan paham yang lain.

Karena itu, Nono memandang sosialisasi nilai-nilai Pancasila yang merupakan salah satu dari empat pilar bangsa, selain UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu terus dilakukan guna meningkatkan rasa cinta tanah air dan bela negara.

Dia mengemukakan, pimpinan DPD dalam berbagai kesempatan sosialisasi telah menekankan perlunya langkah antisipasi terhadap upaya penyebaran paham komunis sebagai salah satu bahaya laten di Indonesia.

Nono meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk bekerja keras guna mewujudkan rasa keadilan di tengah masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi kemiskinan sebagai salah satu upaya mengatasi munculnya bahaya laten akibat kekecewaan masyarakat.

"Kalau masyarakat belum menikmati rasa keadilan serta masih terbelenggu kemiskinan, maka bisa saja memunculkan idiologi lain yang bertentangan dengan undang-undang yang berlaku," ujarnya.

Menyangkut langkah-langkah antisipasi serta penindakan, dia menyarankan aparat penegak hukum terutama TNI dan Polri untuk bertindak hati-hati dengan menggunakan instrumen hukum yang ada, sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia. [suara]

Harap Warga Jangan Pilih Ahok, Lulung: Jangan digoda duit 50 ribu suruh nusuk orang yang nindas kita

http://ift.tt/259KthL

POSMETRO INFO - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Lulung menyambangi rusun Muara Baru, Jakarta Utara, pada Minggu (22/5). Kedatangan Lulung guna melihat kondisi warga yang berdomisili di kawasan tersebut.

"Saya cukup prihatin memang dengan keadaan warga yang di rusun ini. Kita tahu rezim ini kita tidak bisa lawan. Tapi saya kira kita harus terus berjuang. Tentunya kita harus mengganti gubernur ini," kata Lulung di lokasi.

Mendengar segala keluhan warga Rusun Muara Baru, dirinya bersama bakal calon DKI Jakarta lainnya mempunyai komitmen melawan Ahok. Menurut dia, rezim pemerintahan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyengsarakan warga Jakarta.

"Semua cagub punya komitmen head to head lawan Ahok. Kami satu suara lawan Ahok. Kami bekerja keras, setiap kami ketemu warga kita akan catat dan adopsi keluhan warga Jakarta saat ini," ucap dia.

Menyinggung Pilkada DKI Jakarta 2017 yang akan datang, dirinya berharap warga tidak tergiur dengan adanya politik uang yang nantinya akan dimanfaatkan oleh seseorang sebelum mencoblos.

"Jangan sampai karena sejumlah rupiah warga memilih pemimpin yang tidak tepat. Saya setuju jangan sampai digoda uang Rp 50 ribu suruh nusuk orang yang nindas kita. Ibu bapak harus jadi tim sukses berjuang, ini negara kita dijajah," tukasnya.

"Siapapun yang maju Gubernur DKI Jakarta mendatang, kita sama-sama dukung. Yang penting jangan Ahok. Khususnya ibu dan bapak yang punya anak muda, mereka ini tidak mengerti kekuasaan. Kalau anak ibu sudah cukup umur paksakan ikut Pilkada 2017, tapi jangan pilih Ahok," tandasnya. [mdk]